WORK & LIFE BALANCE

print  doc  pdf

WORK & LIFE BALANCE

22 Mei 2013, 08:51:58

Bagi banyak pekerja/professional, menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan personal dapat dikatakan merupakan perjalanan panjang. Sifat alami dari industri ini menuntut kita untuk On setiap saat, bahkan di saat-saat harusnya kita Off, dan jika kita tidak pintar menarik batasan, sangat mudah pekerjaan kita menjadi kehidupan kita.
Memang ada masa-masa di mana sebuah krisis dapat terjadi dan memerlukan perhatian khusus dan respon cepat, tetapi seringkali kita berlebihan menganggap semua hal menjadi urgent ketika kenyataannya tidak. Jika semua request menjadi penting, lalu bagaimana kita akan bisa membedakan jika ada yang benar-benar penting?
Untuk itu, penting bagi kita untuk belajar membuat prioritas dan mencari keseimbangan tersebut. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:
1. Jika Anda tidak suka mendapatkan e-mail/SMS/BBM dari klien atau rekan kerja di tengah malam, sangat mungkin sebenarnya mereka juga tidak menyukainya. Hormati waktu mereka, jika mereka sedang berlibur atau tidak berada di kantor, berkomunikasilah hanya jika sangat penting.
2. Pekerjaan 9 to 5 atau Pulang Tenggo adalah mimpi semua para professional. Berusaha selalu menyediakan waktu untuk reporter, klien, bos-bos dan rekan kerja bukan berarti kita tidak bisa mengatur waktu. Buat peraturan yang dapat membantu bukan hanya kita, tetapi juga orang lain, supaya dapat memiliki kehidupan pribadi. Misalnya, tidak mengirimkan e-mail di atas jam 7 malam atau sebelum jam 7 pagi, terkecuali membutuhkan respon sesegera mungkin. Kita semua membutuhkan waktu untuk bernafas setelah bekerja keras seharian.
3. Liburan bukan saja bagi si orang yang sedang berlibur, tetapi juga bagi mereka yang ditinggal berlibur. Ketika salah satu dari anggota tim kita cuti untuk beberapa waktu, anggota timnya yang lain, terutama yang lebih junior, memiliki kesempatan untuk Naik Kelas, mereka memastikan tidak ada yang terlewat selama orang tersebut tidak ada. Dengan saling back up satu sama lain membuat semua orang merasa aman, mengetahui bahwa suatu pekerjaan tidak akan terbengkalai. Sekembalinya dari cuti mereka akan lebih menghargai dan melakukan hal yang sama ketika anggota timnya ada yang cuti.
4. Dengan perkembangan teknologi sekarang kita dapat dengan terkoneksi dari manapun dan kapanpun. Thanks to our Blackberry. Ini sangat memudahkan ketika kita harus melakukan concall berbeda benua, atau memonitor pekerjaan tim ketika kita sedang berlibur dengan keluarga di luar negeri. Namun, tidak disadari, membalas BBM dari klien di saat kita sedang makan malam keluarga atau ketika waktunya menidurkan anak, merupakan hal buruk yang bisa saja tidak kita sadari dapat menjadi kebiasaan. Sebelum ini menjadi kebiasaan tidak sehat, hentikan sekarang juga. Ambil waktu untuk Beristirahat dari teknologi dapat membantu menemukan keseimbangan yang Anda cari.
5. Satu hal terakhir, ingat, Jika anda memang seorang Professional, you breathe and live work , in and out of the office. Tapi ingat juga peran Anda yang lain, baik itu seorang suami/istri, orang tua, adik/kakak, teman. Make life 90% about who you are and 10% about what you do.

Banyak hal yang masih kurang dalam bahasan ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca. Amin.
Sumber : http://www.theprworld.com/insight/howto/410-pr101-work-life-balance
Beberapa sumber