KPK Tahan Tersangka Jual-Beli Jabatan Nganjuk di Rutan Berbeda

print  doc  pdf

KPK Tahan Tersangka Jual-Beli Jabatan Nganjuk di Rutan Berbeda

27 Oktober 2017, 02:55:54

KPK menahan lima tersangka dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Kabupaten Nganjuk yang dicokok dalam operasi tangkap tangan. Kelimanya masing-masing ditahan di rutan berbeda.

Secara bergiliran, tersangka keluar dari gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2017), setelah diperiksa KPK. Bupati Nganjuk Taufiqurrahman menjadi yang pertama keluar pada pukul 22.54 WIB.

Dia sempat menyampaikan maaf kepada masyarakat Nganjuk. Saya minta maaf kepada masyarakat Nganjuk. Dan saya harus menghormati hukum, ujar Taufiqurrahman, yang mengenakan rompi oranye.

Dia lalu segera menuju mobil tahanan untuk diantar ke hunian barunya di Rutan KPK Cabang K4. Dia ditahan selama 20 hari pertama.

TFR (Taufiqurrahman) ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan KPK Cabang K4, kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan.

Selanjutnya disusul Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar. Keluar sekitar pukul 23.00 WIB, Ibnu juga sudah mengenakan rompi oranye di atas kemeja motif kotak-kotak hijau.

Tidak ada sepatah kata pun terlontar dari mulutnya. Hanya sedikit sunggingan senyum. Dia akan ditahan di Rutan Metro Jakarta Timur.

IH (Ibnu Hajar) ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Polres Metro Jaktim, kata Febri.

Berikutnya Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk Harjanto menyusul. Di bawah rompi oranye tahanan KPK, dia mengenakan jaket hitam. Walau enggan berkata-kata, dia hanya melampar senyum.

Di tangan kanannya tampak ada keresek hitam yang ditenteng. Namun dia tidak menjawab apa yang dibawanya dalam bungkusan itu, dan melangkah cepat ke mobil tahanan.

H (Harjanto) ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Salemba, ucap Febri.

Urutan keempat adalah Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Suwandi. Dia menyeret koper berwarna abu-abu. Kompak dengan tersangka sebelumnya, dia bergeming saat ditanya perannya sebagai penampung uang suap kepada bupati.

SUW (Suwandi) ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan, tutur Febri.

Terakhir, KPK menahan Kabag Umum RSUD Kabupaten Nganjuk Mokhammad Bisri. Lelaki ini mengenakan kemeja biru serta membawa ransel dan tas biru lainnya. Dia juga enggan berbicara dan berjalan lurus saja ke mobil tahanan.

MB (Mokhammad Bisri) ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Pimdam Jaya Guntur,
ujar Febri mengakhiri.

KPK mengamankan Bupati Nganjuk Taufiqurrahman setelah diduga menerima suap Rp 298 juta yang dititipkan kepada orang kepercayaannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar dan Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Suwandi.

Pemberian uang itu disebut terkait dengan perekrutan dan pengelolaan ASN/PNS di Kabupaten Nganjuk tahun 2017. KPK kemudian menetapkan lima tersangka dalam kasus ini.

Tersangka penerima suap adalah Bupati Nganjuk 2013-2018 Taufiqurrahman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk Ibnu Hajar, dan Kepala SMPN 3 Ngronggot Kabupaten Nganjuk Suwandi. Adapun tersangka pemberi suapnya adalah Kabag Umum RSUD Kabupaten Nganjuk Mokhammad Bisri dan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk Harjanto.