Kids Jaman Now Ini Yakinkan Jokowi kalau Pemuda Tak Baperan

print  doc  pdf

Kids Jaman Now Ini Yakinkan Jokowi kalau Pemuda Tak Baperan

28 Oktober 2017, 06:54:23

Para pemuda kreatif berkumpul di Istana Bogor untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus berdialog dengan Presiden Jokowi. Salah satu pemuda lulusan Universitas Harvard, Adamas Belva Syah Devara meyakinkan Jokowi bahwa kaum muda tak sekadar hobi main media sosial saja.

Kami ingin meluruskan bahwa banyak sekali pandangan negatif terhadap kids jaman now atau generasi milenial kami-kami ini. Dibilang mainnya sosmed terus, baperan, maunya serba instan dan sebagainya. Tapi sebenarnya realitasnya adalah sebaliknya, papar Adamas di Istana Bogor, Jl Ir H Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/10/2017).

Belva merupakan co-founder situs ruangguru.com. Situs itu menyediakan ruang virtual belajar-mengajar pelajaran sekolah.


Jadi kalau kita lihat inovasi di dunia sekarang itu teknologi ya, Pak. Jadi dan siapa yang lebih melek teknologi, generasi yang lebih tua atau yang lebih muda? Pasti generasi yang lebih muda, kata dia.

Nggak juga, kata Jokowi menyanggah.

Jokowi dan Belva kemudian tertawa. Agaknya sanggahan Jokowi tak disangka-sangka olehnya.

Jangan remehin orang tua dong, ungkap Jokowi sambil tersenyum.

Belva lalu melanjutkan paparannya itu dan bercerita tentang diskusi di almamaternya. Dia berbincang dengan salah seorang profesor di Harvard soal kondisi di Indonesia.

Dia nulis artikel di Jakarta dia lihat skornya berapa, lalu dibandingkan dengan skor negara-negara maju. Terus dia hitung berapa lama dia sampai ke sana. Dan ternyata kita butuh 128 tahun, kata dia.

Dari situ Belva dan kawan-kawannya terpikir untuk membuat aplikasi belajar-mengajar. Dia berharap pemuda Indonesia lainnya juga berinovasi untuk mengejar ketinggalan dari negara yang lebih maju.

Saya ingin mengingatkan semua pemuda, ini adalah waktu kita unjuk gigi nggak cuma sosmed doang gitu kita harus buktikan kita punya prestasi tapi kita juga punya kapabilitas untuk membangun negeri, ungkap Belva.