Ini Kata Humas RSUP Babel Soal Mayat Ditelantarkan di Parkiran

print  doc  pdf

Ini Kata Humas RSUP Babel Soal Mayat Ditelantarkan di Parkiran

02 November 2017, 02:51:52

Humas Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) Babel di Airanyir Merawang Bangka, Irwanto akhirnya berhasil dikonfirmasi terkait berita dugaan penelantaran mayat korban lakalantas yang dikeluhkan pihak kepolisian.

Melalui pesan singkat telepon seluler, Irwanto, Senin (17/10/2017) petang menyatakan belum tahu persis kronologisnya.

Okey nanti abang (Irwanto) cek dulu ke RS (RSUP). Tapoi kalok jenazah memang kita belum punya kamar jenazah dan pemulasarannya. Jadi tidak bisa membersihkan jenazah, kata Irwanto, Senin (30/10/2017) petang.

Namun demikian Irwanto mengaku akan menanyakan soal keluhan polisi tertsebut, dan akan memberikan pernyataan resmi kepada Bangka Pos Group. Jawaban resminya tunggu konfirmasi dari kami, katanya.

Sayangya, hingga Pukul 18.47 WIB, Senin (30/10/2017) Malam, Irwanto belum juga memberikan jawaban resmi.

Sebelumnya, Senin (30/10/2017), dr Lucia S sempat dikonfirmasi Bangka Pos Group melalui pesan singkat telepon seluer.

Namun Lucia mengaku bukan sebagai Direktur RSUP Babel lagi. Menurutnya Direktur RSUP Babel saat ini dijabat oleh dr Hastuti. Sayangnya dr Hastuti, hingga Senin (30/10/2017) malam belum membalas pesan WA Bangka Pos Group.

Seperti dilansir sebelumnya disebutkan, Jenazah Mansur (50), terkatung-katung di Rumah Sakit Umum Propinsi Babel di Desa Airanyir Merawang Bangka. Korban lakalantas itu dibiarkan tergeletak dalam mobil pengantar di parkiran rumah sakit tersebut, tanpa penanganan tim medis. Ini pula yang kemudian membuat Pihak Polsek Merawang berang pada petugas rumah sakit setempat.

Satu jam berlalu, pihak kepolisian dari Polsek Merawang dan Satlantas Polres Bangka datang ke RSU Propinsi Babel di Airanyir. Petugas kepolisian langsung terpancing emosi karena kesal, saat tahu korban yang sudah diantarkan ke rumah sakit satu jam lalu tak langsung ditangani oleh tim medis. Seorang polisi bahkan sempat marah-marah pada tim perawat karena kecewa pada pelayanan medis ini rumah sakit ini.

Saya sampai marah-marah kesal sama perawat di rumah sakit itu. Masa sudah lebih dari satu jam, korban dibiarkan tergeletak dalam mobil di parkiran rumah sakit, tidak dibawa masuk dan ditangani. Alasan pihak medis karena kita belum datang. Padahal saat itu kita sedang olah TKP di lokasi kejadian, dan mengangkut motor korban, kata seorang anggota Polsek Merawang kepadaBangka Pos Group, Senin (30/10/2017).

Karena merasa kesal, Anggota Polsek Merawang dan Polantas Polres Bangka mengalihkan korban dari Rumah Sakit Umum Propinsi di Airanyir menuju rumah rakit di Sungailiat. Beruntung di rumah sakit ini, korban bisa langsung dibawa masuk ke ruang UGD, untuk ditangani sesuai prosedur medis. Akhirnya korban kami pindahkan ke rumah sakit di Sungailiati, kata anggota ini mengaku memiliki bukti rekaman video.

Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kapolsek Merawang Iptu Reynaldi Guzel dikonfirmasi Bangka Pos Group, Senin (30/10/2017) mengakuinya. Menurut laporan anggota, situasi yang terjadi di Rumah Sakit Umum Propinsi Babel di Arianyir demikian. Korban dibiarkan tergeletak begitu saja, Minggu (29/10/2017) malam, tanpa penanganan medis. Keterangan dari anggota saya seperti itu. Makanya akhirnya korban dibawa (dipindahkan) ke rumah sakit di Sungailiat, kata Kapolsek.

Secara terpisah, Kabag Ops Polres Bangka, Kompol S Sophian mewakili Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun mengatakan, Mansur (50) diduga korban kecelakaan tunggal di Jl Raya Desa Balunijuk Merawang. Lakalantas itu terjadi pada Hari Minggu Tanggal 29 Oktober 2017 sekira pukul 19.00 WIB di Jalan Balunijuk-Airduren, katanya.

Setelah lebih dari satu jam kecelakaan, korban ditemukan pengendara lain, dalam posisi korban tergeletak sekitar 200 meter dari Simpang SPN Lubuk Bunter Desa Balunijuk. Diduga sebelum insiden naas, sepeda motor Yamaha Jupiter MX dikendarai korban melaju dari arah Desa Balunijuk menuju Desa Airduren. Saat melintasi jalan berlubang bekas tampal sulam, diperkirakan motor korban oleng sehingga korban terjatuh. Pengendara motor ini (Mansur) meninggal dunia dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi di Airanyir, tambah Sophian.

sumber : http://bangka.tribunnews.com/2017/10/30/ini-kata-humas-rsup-babel-soal-mayat-ditelantarkan-di-parkiran