Kabar Terbaru Ambruknya Tol Pasuruan-Probolinggo, Simak Penjelasan Kabid Humas Polda Jatim Ini

print  doc  pdf

Kabar Terbaru Ambruknya Tol Pasuruan-Probolinggo, Simak Penjelasan Kabid Humas Polda Jatim Ini

02 November 2017, 02:59:08

Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrimum) Polda Jatim mengamil alih penyidikan jatuhnya girder proyek tol Pasuruan-Probolinggo.

Ambruknya proyek tol di Kecamatan Grati, Pasuruan itu menewaskan seorang pekerja.

Selain itu, dua orang lain mengalami luka berat.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan peritiswa amburknya girder diambil alih Polda Jatimmulai Senin (30/10/2017).

Pengambilalihan penanganan itu dengan mempertimbangkan tiga hal.

Pertama, peristiwa itu menarik perhatian publik.
Sejak ada peristiwa itu, berseliwaran informasi yang salah (hoax) di media sosial (medsos) terkait jumlah korban yang tewas.
Ini yang harus diluruskan, tandas Kombes Frans Barung Mangera kepada SURYAMALANG.COM.

Kedua, proyek yang sedang berjalan itu masuk dalam proyek strategis nasional.
Jadi, insiden itu berdampak pada kinerja pemerintah.

Ketiga, kasus itu menyangkut kepentingan sosial yang luas sehingga harus ditangani secara tuntas.

Polda Jatim menurunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Surabaya ke lokasi kejadian di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Pasuruan pada hari ini.

Hal itu untuk menyelidiki penyebab insiden. Polda juga telah memeriksa 14 pekerja proyek malam tadi, ujarnya.
Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim berencana memanggil managemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang mengerjakan proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo.

Penyidik akan minta keterangan terkait insiden yang terjadi itu, tukasnya.
Sebelumnya, pihak PT Waskita melalui siaran pers menyatakan pengerjaan proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo sudah sesuai prosedur.

PT Waskita juga akan memberi santunan kepada keluargakorban, baik korban yang tewas maupun luka-luka.

sumber : http://suryamalang.tribunnews.com/2017/10/30/kabar-terbaru-ambruknya-tol-pasuruan-probolinggo-simak-penjelasan-kabid-humas-polda-jatim-ini?page=2